Jawaban:
Syaikh Labib Najib berkata:
Dalam madzhab Syafi‘i, tidak sah sujud di atas sesuatu yang محمول له (benda yang dibawa atau melekat padanya), ملبوس (benda yang dikenakan), يتحرك بحركته (bergerak mengikuti gerakannya), dan ليس عصابة يشق نزعها (bukan perban yang sulit dilepaskan). Dengan demikian, terdapat empat qayd (ketentuan):
1. كونه محمولا له (Benda tersebut dibawa atau melekat padanya).
Jika seseorang sujud di atas tempat tidur yang bergerak mengikuti gerakannya, sujudnya tetap sah. Sebab, tempat tidur tersebut dihukumi seperti sesuatu yang terpisah darinya.
2. كونه ملبوسا (Benda tersebut dikenakan).
Jika seseorang sujud di atas tongkat atau sapu tangan yang berada di tangannya, sujudnya tetap sah, tetapi makruh. Sebab, benda tersebut dihukumi seperti sesuatu yang terpisah darinya.
3. كونه يتحرك بحركته (Benda tersebut bergerak mengikuti gerakannya).
Jika benda tersebut tidak ikut bergerak ketika ia berdiri dan duduk, hal itu tidak menjadi masalah. Sebab, benda tersebut dianggap seperti sesuatu yang terpisah darinya.
4. كونه ليس عصابة يشق نزعها (Bukan perban yang sulit dilepaskan).
Maksudnya, bukan perban yang sulit dilepaskan hingga dikhawatirkan menimbulkan kondisi yang membolehkan tayamum, sebagaimana keterangan dalam Tuhfah, atau menimbulkan kesulitan yang berat, sebagaimana keterangan dalam Syarh al-Manhaj.
Jika perban tersebut memenuhi kriteria demikian, seseorang boleh sujud di atasnya dan tidak wajib mengulangi shalatnya, kecuali jika di bawah perban tersebut terdapat najis yang tidak dimaafkan.