Kisah

Imam Syafi'i dan Wudhu

Imam as-Syafi'i dikenang Sayyida Nafisah bukan hanya karena keluasan ilmunya, melainkan karena beliau selalu menyempurnakan wudhunya. Kesempurnaan wudhu menjadi tanda kesempurnaan shalat, dan shalat yang sempurna akan membentuk kehidupan yang lebih baik.

Imam Syafi'i dan Wudhu

Saat mempersiapkan materi fiqih dasar madzhab as-Syafi’i. Pada pembahasan tentang thaharah, seusai rampung membahas tentang cara beristinja' ada kisah menarik yang dibahas oleh Syeikh Abdul Aziz Asy-Syihawi (Guru Besar Fiqh Madzhab As-Syafi’i di Mesir) diceritakan oleh senior dan guru saya, Ust Faqih Ubaidillah Rozan, Lc.

Sebagaimana kita tau, Imam as-Syafi’i rahimahullah pada masa hidupnya kerap menjalani beberapa perantauan ilmiyyah. Dari Makkah, Madinah, Najran, Baghdad, sampai Kairo. Yang mana dari perjalanan keilmuan ini banyak mempertemukan beliau dengan para salaf as-salih pada zamannya.

Sayyida Nafisah diantaranya, ia wanita shalihah, keturunan dari Baginda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui Sayyidina Hasan, ulama hadist dan banyak keutamaan lainnya.

Ibnu Katsir dalam al Bidayah wa an Nihayah menceritakan bagaimana sosok beliau, bahwa beliau termasuk wanita yang ahli ibadah, zuhud, juga kaya dan gemar membantu orang.

Tatkala Imam as-Syafi’i tiba di Mesir, diriwayatkan bahwa Imam as-Syafi’i kerap mengunjungi Sayyida Nafisah, yang dikenal mustajab do’anya. Bahkan disaat menjelang kematian Imam As-Syafi’i, beliau meminta agar Sayyida Nafisah untuk ikut mensholati beliau.

“Rahimahullah as-As-Syafi’i, kaana Rajulan yuhsinu al-Wudhu’”. (Semoga Allah merahmati As-Syafi’i, ia adalah orang yang menyempurnakan wudhu’nya).

Adalah pujian dari Sayyida Nafisa pada Imam as-Syafi’i sepeninggal beliau.

Betapa menarik. Bukan keluasan ilmu beliau yang pertama kali disebut. Bukan pula kedalaman ijtihadnya. Yang dikenang justru satu amalan yang tampak sederhana: beliau adalah orang yang menyempurnakan wudunya.

Ulama sekaliber beliau, pencetus ilmu ushul fiqh, kecerdasan dalam berbagai ilmu, hafalan quran hadist sejak belia, bagaimana karakteristik madzhab fiqih beliau yang menggabungkan dua madrasah di irak dan hijaz, dan lainnya. Bagaimana hanya digambarkan sebagai orang yang sempurna wudhunya?

Syeikh Abd Aziz Asy Syahawi menjelaskan bagaimana pujian tersebut sangat mulia bagi seseorang, dikarenakan seseorang yang wudhunya saja sempurna (artinya memperhatikan setiap detail dari bagian-bagiannya) maka sholatnya juga sempurna, dan ketika seseorang sholatnya sempurna maka dunianya akan sempurna.

اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنۡهٰى عَنِ الۡفَحۡشَآءِ وَالۡمُنۡكَرِ​ؕ وَلَذِكۡرُ اللّٰهِ اَكۡبَرُ ​ؕ وَاللّٰهُ يَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُوۡنَ‏

"Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah (salat) itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan".

Walahu’alam.

Kairo 19 Rajab 1446H, Bulan ketika Imam as-Syafi’i dikebumikan.

Kaab Lazuardy, Lc
Kaab Lazuardy, Lc

Mahasiswa Pascasarjana Jurusan Fiqih 'Am, Universitas al-Azhar, Kairo

Artikel Terkait

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tinggalkan Komentar