Jawaban:
Tidak dibenarkan. Sikap wara harus dijaga agar tidak menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban syariat. Hal ini ditegaskan oleh Syekh Izzuddin bin Abdussalam ketika ditanya tentang seseorang yang menghindari perkara syubhat dan hanya mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan serta sejenisnya sekadar untuk mempertahankan hidup, hingga tubuhnya melemah dan tidak mampu menghadiri salat Jumat, salat berjemaah, serta berdiri ketika menunaikan salat fardu.
Beliau menjawab:
لا خير في ورع يؤدي إلى إسقاط فرائض الله تعالى
“Tidak ada kebaikan dalam sikap wara yang menyebabkan ditinggalkannya kewajiban-kewajiban Allah Taala.”
Keterangan ini dinukil dalam kitab Al-Iqna karya al-Khatib asy-Syirbini.
Wallahu A'lam.

