Lainnya

Hukum Wara' Yang Berlebihan

Pertanyaan:

Apakah sikap wara yang berlebihan hingga melemahkan seseorang dalam menjalankan kewajiban agama dibenarkan?

Jawaban:

Tidak dibenarkan. Sikap wara harus dijaga agar tidak menyebabkan seseorang meninggalkan kewajiban syariat. Hal ini ditegaskan oleh Syekh Izzuddin bin Abdussalam ketika ditanya tentang seseorang yang menghindari perkara syubhat dan hanya mengonsumsi makanan dari tumbuh-tumbuhan serta sejenisnya sekadar untuk mempertahankan hidup, hingga tubuhnya melemah dan tidak mampu menghadiri salat Jumat, salat berjemaah, serta berdiri ketika menunaikan salat fardu.

Beliau menjawab:

لا خير في ورع يؤدي إلى إسقاط فرائض الله تعالى

“Tidak ada kebaikan dalam sikap wara yang menyebabkan ditinggalkannya kewajiban-kewajiban Allah Taala.”

Keterangan ini dinukil dalam kitab Al-Iqna karya al-Khatib asy-Syirbini.

Wallahu A'lam.

Referensi

في الإقناع:

سئل الشيخ عز الدين بن عبد السلام عن رجل يتقي الشبهات ويقتصر على مأكول يسد الرمق من نبات الأرض ونحوه، فضعف بسبب ذلك عن الجمعة والجماعة والقيام في الفرائض.

فأجاب أنه لا خيرَ في ورع يؤدي إلى إسقاط فرائض الله تعالى. اهـ

Faqih Ubaidillah, Lc, Dipl.
Faqih Ubaidillah, Lc, Dipl.

Spesialis Fiqih dan Ushul Fiqih, alumni Al-Azhar Kairo.

Komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Tinggalkan Komentar

Rekomendasi

Iklan